Agama Tidak Penting Bagi Kehidupan Manusia

Agama tidak penting bagi kehidupan manusia, berdasarkan pengertian agama yang sudah saya bahas pada artikel berjudul pengertian agama menurut ahli, kita dapat mengetahui kalau agama itu mempunyai fungsi dan pengaruh yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Muhammad Abdul Qadir Ahmad mengatakan agama yang diambil dari pengertian din al-haq ialah system hidup yang diterima dan diridhai Allah ialah system yang hanya diciptakan Allah sendiri dan atas dasar itu manusia tunduk dan patuh kepadaNya. System hidup itu mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk akidah, akhlak, ibadah dan amal perbuatan yang disyariatkan Allah untuk manusia. Untuk mengetahui definisi atau pengertian agama yang lebih jelas, anda dapat baca artikel saya yang membahas tentang pengertian agama, Klik disini.

Lalu, apa pentingnya agama bagi manusia ?

Agar tidak salah paham dengan judul di atas, ada baiknya teman-teman membaca keterangan tentang pengaruh dan fungsi agama bagi kehidupan manusia, yang bakal saya bahas di bawah ini. Apakah agama penting bagi manusia, berikut sedikit informasi yang bisa saya bagikan pada teman semua tentang fungsi atau pengaruh agama dalam kehidupan.

Secara sosiologis, pengaruh agama bisa dilihat dari dua sisi, yaitu pengaruh yang bersifat positif atau pengaruh yang menyatukan (integrative factor) dan pengaruh yang bersifat negatif atau pengaruh yang bersifat destruktif dan memecah-belah (desintegrative factor).


~ Pengaruh Positif/ Fungsi Integratif Agama

Peranan sosial agama sebagai faktor integratif bagi masyarakat berarti peran agama dalam menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini dikarenakan nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung bersama oleh kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya konsensus dalam masyarakat. Berdasarkan pengaruh ini agama memiliki bayak fungsi diantaranya :

1. Berfungsi Edukatif

Ajaran agama secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang. Kedua unsur tersebut mempunyai latar belakang mengarahkan bimbingan agar pribadi penganutnyan menjadi baik dan terbiasa dengan yang baik menurut ajaran agama masing-masing.


2. Berfungsi Penyelamat

Keselamatan yang meliputi bidang yang luas adalah keselamatan yang diajarkan oleh agama. Keselamatan yang diajarkan yaitu keselamatan dunia dan akhirat. Dalam mencapai keselamatan agama mengajarkan keimanan kepada Tuhan.

3. Berfungsi Sebagai Perdamaian

Melalui agama seseorang yang bersalah atau berdosa dapat mencapai kedamaian batin melalui tuntunan agama.

4. Berfungsi Sebagai Social  Control

Ajaran agama oleh penganutnya dianggap sebagai norma, sehingga dalam hal ini agama berfungsi sebagai pengawasan sosial secara individu maupun kelompok.

5. Berfungsi Sebagai Pemupuk Rasa Solidaritas

Rasa kesatuan yang berupa iman dan kepercayaan akan membina rasa solidaritas dalam kelompok maupun perorangan, bahkan terkadang dapat membina rasa persaudaraan yang kokoh.

6. Berfungsi Transformatif

Ajaran agama dapat mengubah kehidupan kepribadian seseorang atau kelompok menjadi kehidupan baru sesuai ajaran agama yang dianutnya.

7. Berfungsi Kreatif

Penganut agama bukan saja disuruh bekerja secara rutin dalam pola hidup yang sama, akan tetapi juga dituntut untuk melakukan inovasi dan penemuan baru.

8. Berfungsi Sublimatif

Ajaran agama mengkuduskan  segala usaha manusia, bukan saja yang bersifat agama ukhrawi, melainkan juga yang bersifat duniawi.Agama Sebagai Sumber Nilai dalam Menjaga Kesusilaan.

9. Berfungsi Sebagai Sarana Untuk Mengatasi Prustasi

Manusia mempunyai kebutuhan dalam kehidupan ini, mulai dari Kebutuhan fisik seperti makanan, pakaian, istirahat, dan seksual, sampai kebutuhan psikis, seperti keamanan,, ketentraman, per-sahabatan, penghargaan, dan kasih sayang. Menurut Sarlito Wiraman Sarwono, apabila kebutuhannya itu tidak terpenuhi, terjadi ketidak-seimbangan, yakni antara kebutuhan dan pemenuhan, maka akan menumbuhkan kekecewaan yang tidak menyenangkan, kondisi atau keadaan inilah yang disebut frustasi.

10. Berfungsi Sebagai Sarana Untuk Mengatasi Ketakutan.

Ketakutan yang dimaksud dalam kaitannya dengan agama sebagai sarana untuk mengatasinya, adalah ketakutan yang tidak ada obyeknya. Untuk mengatasi ketakutan sepert diatas,  psikologi sebagai ilmu empiris, terbentur masalah kesulitan. Soalnya bentuk ketakutan tanpa obyek hampir tidak bisa diteliti secara positif-empiris, karena ketakutan tersebut biasanya tersembunyi dalam gejala – gejala lain yang merupakan manifestasi terselubung dari ketakutan.

11. Berfungsi  Sebagai Sarana Untuk Memuaskan Keingintahuan

Agama mampu memberi jawaban atas kesukaran intelektual kognitif, sejauh kesukaran itu diresapi oleh keinginan eksistensial dan psikologis, yaitu oleh keinginan dan kebutuhan manusia akan orientasi dalam kehidupan, agar dapat menempatkan diri secara berarti dan bermakna di tengah – tengah alam semesta ini. Tanpa agama, manusia tidak mampu menjawab pertanyaan yang sangat mendasar dalam kehidupannya, yaitu dari mana manusia datang, apa tujuan manusia hidup, dan mengapa manusia ada, dan kemana manusia kembalinya setelah mati.

12. Memberi Pandangan Dunia Kepada Satu-satu Budaya Manusia

Agama dikatakan memberi pandangan dunia kepada manusia kerana ia sentiasanya memberi penerangan mengenai dunia(sebagai satu keseluruhan), dan juga kedudukan manusia di dalam dunia. Penerangan bagi pekara ini sebenarnya sukar dicapai melalui indera manusia, melainkan sedikit penerangan daripada falsafah. Contohnya, agama Islam menerangkan kepada umatnya bahwa dunia adalah ciptaan Allah SWTdan setiap manusia harus menaati Allah SWT.

13. Menjawab Berbagai Persoalan yang Tidak Mampu Dijawab oleh Manusia

Persoalan yang senatiasa ditanya oleh manusia merupakan persoalan yang tidak terjawab oleh akal manusia sendiri. Contohnya persoalan kehidupan selepas mati, matlamat  menarik dan untuk menjawabnya adalah perlu. Maka, agama itulah berfungsi untuk menjawab persoalan ini.

14. Memainkan Fungsi Kawanan Sosial

Kebanyakan agama di dunia adalah menyaran kepada kebaikan. Dalam ajaran agama sendiri sebenarnya telah menggariskan kode etika yang wajib dilakukan oleh penganutnya. Maka ini dikatakan agama memainkan fungsi kawanan sosial.

15. Sebagai Etos Pembangunan

Maksudnya adalah bahwa agama menjadi anutan seseorang atau masyarakat jika diyakini dan dihayatim secara mendalam mampu memberikan suatu tatanan nilai moral dalam sikap.  Penerapan agama lebih menjurus keperbuatan yang bernilai akhlak dan bukan untuk kepentingan lain. Segala bentuk perbuatan individu maupun masyarakat selalu berada dalam suatu garis yang serasi dengan peraturan dan aturan agama dan akhirnya akan terbina suatu kebiasaan yang agamis.

16. Sebagai Motivasi

Ajaran agama yang sudah menjadi keyakinan mendalam akan mendorong seseorang atau kelompok untuk mengejar tingkat yang lebih baik. Pengalaman ajaran agama tercermin dari pribadi yang berpartisipasi dalam peningkatan mutu kehidupan tanpa mengharapkan imbalan yang berlebihan. Keyakinan akan balasan Tuhan terhadap perbuatan baik telah mampu memberikan ganjaran batin yang akan mempengaruhi seseorang untuk berbuat tanpa imbalan material. Balasan dari Tuhan berupa pahala bagi kehidupan akhirat lebih didambakan oleh penganut agama yang kuat.

Melalui motivasi keagamaan seseorang terdorong untuk berkorban baik dalam bentuk materi maupun tenaga atau pemikiran. Pengorbanan seperti ini merupakan aset yang potensial dalam pembangunan.


~ Pengaruh y ang Bersifat Negatif/Fungsi Disintegratif Agama.

Meskipun agama memiliki peranan sebagai kekuatan yang mempersatukan, mengikat, dan memelihara eksistensi suatu masyarakat, pada saat yang sama agama juga dapat memainkan peranan sebagai kekuatan yang mencerai-beraikan, memecah-belah bahkan menghancurkan eksistensi suatu masyarakat. Hal ini merupakan konsekuensi dari begitu kuatnya agama dalam mengikat kelompok pemeluknya sendiri sehingga seringkali mengabaikan bahkan menyalahkan eksistensi pemeluk agama lain.

Perlu kita ketahui besarnya peran agama dalam kehidupan sehari-hari memegang peran yang sangat penting. Dalam kehidupan di dunia ini harus terjadi keseimbangan antara spiritualitas dan aktivitas. Jika Spiritualitas yang terlalu besar, maka kehidupan dalam unsur materi (harta) akan kekurangan. Sebaliknya, jika aktivitas yang kita utamakan tanpa memperhatikan spiritualitas (agama) maka batin kita akan kekurangan makanan, dalam arti hati kita tidak akan tenang walaupun materi (harta) kita berlimpah. Semoga bermanfaat, jangan kapok berkunjung lagi karena kunjungan anda merupakan hal yang sangat membahagiakan bagi saya.

0 Response to "Agama Tidak Penting Bagi Kehidupan Manusia"

Posting Komentar

Tolong berkomentar dengan sopan dan berhubungan dengan artikel yang ada. Komentar yang mengarah pada tindakan spam akan di hapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter

Diberdayakan oleh Blogger.